Cara Menentukan Open Posisi

Banyak teman trader yang sering melakukan open posisi namun tidak sesuai dengan kondisi market. Ibaratnya menembak burung tapi burungnya sedang terbang. Berkali-kali open tetap saja akan meleset karena open posisi yang dilakukan tidak mencerminkan satu kali langsung profit. Hal ini dapat Anda jadikan pedoman dalam menentukan open posisi lebih tepat dan efisien. Karena Anda akan membutuhkan transaksi yang bisa menghasilkan profit tanpa harus menunggu lebih lama.

Ketika trader hendak melakukan suatu transaksi, maka yang dibutuhkan adalah analisa. Kapan harus melakukan aksi buy dan kapan harus melakukan aksi sell. Selama yang Anda lakukan dalam pembukaan sesuai dengan analisa, kemungkinan profit akan jauh lebih besar. Ini semata-mata menjadikan trading Anda lebih konsisten dalam memperoleh profit ketimbang banyak floating.

Open Buy
Terkadang banyak trader pemula menanyakan kapah sih open buy? Kalau di buy khawatirnya nanti harga malah turun. Sedangkan ketahanan pada akun terkadang tersisa sedikit untuk menahan dari pergerakan harga. Jika salah open buy, malah bisa bikin stress dan tidak bisa berfikir logis. Jadi, bagaimana supaya open buy selalu tepat?

Ada saja yang menanyakan open posisi seperti ini. Baik orang yang baru terjun dan belajar forex maupun yang sudah berbulan-bulan menggeluti dunia forex ini. Tapi yang paling menarik adalah ketika Anda sedang ingin melakukan open posisi pertama kali. Misalnya saja open buy, terkadang Anda harus memutuskan open dengan analisa yang lama sekali. Padahal cukup ikuti arah trend saat ini sesuai dengan kondisi signal pada sistem Anda.

Ketika sistem yang Anda pakai menggunakan indikator, maka Anda dapat memanfaatkan area jenuh market atau cross indikator. Dan pada saat terjadi seperti itu, lihat arah market sedang berlangsung. Misalkan pada saat ini terjadi arah trend buy, maka Anda dapat melakukan aksi buy pada saat terjadi titik over pada indikator atau cross tepat disaat trend berlangsung. Jadi Anda tidak akan ketinggalan market, sedangkan open posisi buy Anda tidak ketinggalan.

Open Sell
Sama seperti pada saat open buy, Anda harus memperhatikan arah trend saat ini. Kapan harus melakukan aksi jual tergantung dari signal yang Anda pakai terhadap sistem Anda. Semakin Anda faham akan sistem yang dipelajari, akan semakin mengerti kapan harus melakukan aksi jual.

Misalkan pada saat ini terjadi trend down, dan kebetulan signal pada sistem melakukan aksi cross ataupun over, maka Anda dapat langsung melakukan aksi sell saat itu juga. Pada saat yang sama harga terkadang bergerak fluktuatif, dan membuat pergerakan tidak menentu. Tetaplah pada satu tujuan yaitu mengikuti rule sistem Anda. Lakukan aksil jual ketika terjadi cross atau over, dan jangan lakukan apapun ketika tidak terjadi signal.

Mungkin Anda akan berkata kapankah kita akan open yang lebih tepat? Jadi saat open buy ataupun open sell akan langsung benar tanpa harus mengalami floating. Nah, jika Anda menanyakan seperti ini, jawaban yang paling mudah adalah Anda harus memahami dan mengerti karakteristik dari market itu sendiri. Jadi jangan lupakan dari signal sistem Anda ya.. hehe..

Kesimpulan
Pada saat melakukan aksi buy maupun aksil sell maka fokuskan pada saat terjadinya pergerakan arah trend. Untuk konfirmasi, pastikan signal yang ada pada sistem Anda sesuai dengan arah trend yang terjadi dimarket. Jika Anda mampu dan bisa mempelajari dengan benar, maka Anda akan bisa open posisi lebih baik dari yang Anda kira. Jadikanlah awal transaksi Anda sudah terlihat akan keuntungan yang pasti.


Setujukah Anda mengenai ulasan artikel di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini.
Anda merasa

1 comments:

Rinoto Saja said...

Bagus sekali tipsnya, makasih banget, tapi bagi saya yang pemula tetap saja masih bingung, karena mungkin ada rasa takut loss yang jelas

Post a Comment